Bagaimana layanan order makanan online mengubah kebiasaan?

By 11/08/2020Media dan Berita

Selain memberi nilai tambah bagi merchant tersebut, terdapat data menarik akibat pergerakan pemesanan makanan yang mengubah pola kebiasaan masyarakat urban. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh team tek.id. Dari tiga penjaja makanan yang ditemui di seputaran Jakarta dan Kabupaten Bogor, dua di antaranya menggunakan hanya 1 layanan online, satu penjaja makanan menggunakan dua layanan, GoFood dan GrabFood. Supri misalnya, penjaja nasi goreng yang biasanya mangkal di Jl. Raya Alternatif Transyogie, Kabupaten Bogor, telah menggunakan Gofood sejak dua tahun lalu. 

Ia sendiri berjualan sejak 2009 di lokasi tersebut. Setelah mencoba menjadi mitra merchant GoFood, omsetnya naik hingga 10%-30%. Sebelum bersama GoFood, ia biasa mengantongi omset Rp800 ribu per hari. Setelah menjadi mitra GoFood, omsetnya melejit menjadi Rp1,1 – Rp1,2 juta per hari. Saat ini, paling sepi ia bisa membawa pulang Rp1 juta sehari.Pesanan online dari GoFood biasanya ramai diterima oleh Supri sehabis Isya. Karena belum menggunakan GrabFood, ia mengaku ditawari untuk bergabung.

Hanya saja, Supri masih bimbang dan belum memutuskan bergabung sampai saat ini. Setali tiga uang dengan Supri, pengusaha warung Mie Ayam Kota yang juga berjualan di Jl. Raya Alternatif Transyogie, Kabupaten Bogor, juga mengalami hal serupa. Karyawan warung, Wandi yang kami temui, mengaku warung tersebut telah menggunakan GoFood selama 5 bulan, sementara warung ini mulai buka awal 2019.Wandi menyebut omset warungnya sebelum masuk GoFood sebesar Rp800 ribu per hari. Setelah bergabung sebagai merchant GoFood, warung tersebut menerima omset Rp1,3 juta sehari.

Syifa pemilik Warung Teras, di Jl. Bangka Raya, Jakarta Selatan, malah menggunakan dua layanan sekaligus, GoFood dan Grabfood. Syifa menuturkan performa pesanan dari GoFood 5 kali lebih tinggi dari GrabFood. Syifa sendiri menggunakan GoFood sudah tiga tahun lamanya, sementara ia baru menggunakan GrabFood selama setahun ini.Sama seperti penjaja makanan lainnya, omset Warung Teras juga meningkat dari Rp700 ribu per hari menjadi Rp1 juta per hari, setelah menggunakan layanan pengantaran makanan.

Jumlah mitra merchant GoFood dan GrabFood memang punya gap yang besar. VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina , mengumumkan telah memiliki 400 ribu mitra merchant di dalam platform mereka hingga Oktober 2019 ini. Sementara itu, Regional Head of GrabFood Kell Jay Lim, dilansir dari CNBC menyebutkan telah menggaet 200 ribu merchant hingga 2019 ini. 

Mengubah pola kebiasaan masyarakat Urban

Ada temuan menarik dari Badan Pusat Statistik (BPS) di 2018 lalu. Dalam catatan mereka, terjadi perlambatan pertumbuhan komponen makanan dan minuman selain restoran dalam periode 2017-2018. Pada 2017 angka pertumbuhannya sebesar 5,36%, menjadi turun 4,81% pada 2018. Sebaliknya, komponen transportasi-komunikasi tumbuh dari 5,04% (2017) menjadi 6,14% (2018). Data restoran-hotel pun dicatat BPS mengalami kenaikan dari 5,31% (2017) menjadi 5,85% (2018).

Data tersebut memperkuat dugaan bahwa, terjadi perubahan pola hidup di masyarakat, yang biasanya memasak sendiri menjadi mengkonsumsi makanan jadi.

Berkaca pada data Nielsen periode Mei 2019 lalu, 95% masyarakat perkotaan Indonesia memesan makanan siap santap dalam tiga bulan terakhir. Survei ini dilakukan Nielsen di 7 kota besar Indonesai pada 1000 responden berbagai umur.

58% dari 95% pelanggan ini, membeli makanan mereka dengan cara memesan melalui aplikasi. 

Tren ini menjadi pilihan kedua setelah kebiasaan menyantap makanan di tempatnya langsung. 2,6 kali seminggu pelanggan memesan makanan menggunakan aplikasi.

Selain karena alasan menghemat waktu dan perjalanan, promosi jor-joran yang dilakukan penyedia layanan ini menjadi pendorong konsumen untuk membeli menggunakan aplikasi.

 

Persepsi pengguna layanan

Masih dalam catatan Nielsen (2019) menyebut, persepsi konsumen terhadap layanan online ini melebihi persepsi rata-rata industri di Indonesia. Di antara masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pemesanan makanan di smartphone mereka, Menurut persepsi masyarakat, atribut layanan pemesanan makanan online yang menjadi pusat perhatian mereka adalah, ketepatan waktu, keramahan driver, pilihan restoran, pilihan masakan, pilihan menu, inovasi, hingga kecepatan memberikan resolusi keluhan pelanggan.

Terkait kemudahan penggunaan aplikasi mendapat respon di atas rata-rata oleh pengguna lebih dari satu aplikasi. Hal ini berkaitan dengan tampilan yang ramah dan mudah digunakan, personalisasi menu makanan di smartphone pengguna, pilihan menu dan merchant.

 

Sisi lain penggunaan layanan makanan online

Selain dilihat dari sisi baik dengan memberikan kemudahan kita selaku pengguna applikasi dalam memesan makanan dan minuman. Tentunya layanan online seperti ini pun memiliki sisi lain yang perlu di perhitungan untuk terjaganya simbiosis mutualisme antara pihak penyedia layanan online, penjual dan pembeli. Berdasarkan dari riset yang ditemukan oleh team kami, berikut ada fakta fakta yang ditemukan mengenai sisi lain penggunaan layanan order makanan online:

  1. Proses pendaftaran untuk menjadi penjual yang rumit, membuat sebagian dari mereka memilih untuk tidak mendaftar.
  2. Harga jual dari makanan yang dijual di layanan makanan online, berbeda dengan harga jual ketika beli langsung di restoran penjual. Hal ini membuat bingung nya dari beberapa penjual untuk menentukan harga yang akan mereka tampilkan di applikasi karena ada selisih biaya layanan yang dibebankan dari setiap orderan yang di terima. 
  3. Besaran ongkos kirim dari restoran penjual yang  di tampilkan di applikasi ke calon pembeli berbeda beda dari masing masing setiap penjual yang jaraknya kurang lebih relatif berdekatan. Menyebabkan turunya daya beli dari restoran yang bersangkutan karena dirasa hanya restoranya sendiri yang berbeda tarif ongkos kirimnya dibandingkan dengan restoranya lain di tempat yang sama.
  4. Tidak hanya dari sisi penjual, pembeli pun merasakan hal yang dirasa sangat memberatkan mengenai layanan applikasi makanan online. Diantaranya mengenai selisih harga yang berbeda antara harga di applikasi dengan harga yang diterima di nota pembelian. Point disini adalah sequel dari kendala  dari nomor yang ke 2. Ketika bingungnya penjual dalam menentukan harga yg ditampilkan di applikasi membuat harga yang ditampikan di applikasi mengikuti harga jual yang di pasang di resto. Membuat ketidak sesuaian dengan nota yang dibuat oleh pihak resto tersebut dengan alasan applikasi online membebankan biaya layanan. Dalam hal ini pembeli yang merasa sangat dirugikan karena harga membayar selisih harga tersebut kepada driver yang bersangkutan.
  5. Kali ini penjual dan pembeli yang merasa dirugikan dalam hal cancelnya orderan yang di lakukan oleh driver yang menerima orderan dengan berbagai macam alasan. Meskipun ada sanksi yang di bebankan untuk driver yg melakukan cancel, nyatanya problem ini menjadi momok yang masih ada hingga kini.
  6. Sudah rahasia umum kalau sistem applikasi makanan online memang sering down. Berakibat tertunyanya aktifitas makan kalian.
  7. Jarak dari driver yang menerima orderan kamu ternyata lebih jauh dari lokasi restoran. Mungkin karena permintaan dan penawaran yang tidak seimbang atau algoritma Applikasi yang bersangkutan atau GPS yang sedang error Bikin kamu jadi tambah lama nunggu kan.

 

KirimLauk.com hadir sebagai solusi semua permasalahan anda

Dengan kirimlauk.com tentunya kita punya solusi untuk semua permasalahan kamu baik sebagai penjual maupun pembeli.

  1. Proses pendaftaran untuk menjadi penjual yang sangat mudah. Gak perlu isi formulir berlembar lembar atau melampirkan persyaratan yang banyak, mulai sekarang kamu cukup registrasi di website kami KirimLauk.com dan ikuti semua panduannya ya.
  2. Harga yang dijual secara online ataupun di restoran kami jamin harga nya sama, karena kami tidak mengambil biaya layanan sedikitpun. Layanan gratis kami dirasa sangat cukup sekali untuk berkembangnya restoran anda.
  3. Besaran ongkos kirim yang ditampilkan tergantung dari jasa pengiriman yang anda pilih. Jadi sekarang baik penjual tidak merasa saling tersaingi dengan yang lain karena perbedaan ongkos kirim yg ditampilkan.
  4. Tidak akan ada biaya selisih, dan kamu sebagai pembeli tidak perlu khawatir untuk membayar selisih biaya layanan lagi mengenai ini. Karena harga di restoran lah yang kamu pakai.
  5. Bersama dengan kami tidak akan pernah terjadi lagi tuh driver yang cancel orderan. Karena makanan kamu bukan dari kami yang antar melainkan berdasarkan dari jasa pengiriman layanan yang kamu spilih sendiri, jadi lebih aman ya.
  6. Cuma kami yang tidak akan mengalami masalah applikasi error atau down, karena kirim lauk berbasis widget yang ditanamkan di website atau facebook pages toko kamu ya..
  7. Mulai sekarang tidak perlu takut dapet driver yang jaraknya jauh dari restoran yang kamu order ya… karena kamu tinggal pilih jasa pengiriman yang sesuai  dengan keinginan kamu, tentunya kamu kamu pilih yang terdekat ya…

Dengan solusi yang kami tawarkan semoga usaha kuliner kamu kini semakin banyak terima order ya… 

Saya mau bertanya
💬 Butuh Bantuan?
Halo 👋 kak.
Selamat datang di Kirim Lauk.

Bila belum mendaftar, silahkan daftar di http://kirimlauk.com/daftar

Untuk tutorial cara penggunaan dan membuat menu di Kirim Lauk, kakak bisa mengikuti panduan melalui video di Youtube kami : https://youtu.be/HW-pKPxNjfA?t=11

Bila ada hal lain yang ingin dibantu, silahkan ajukan pertanyaan ya kak.

Terima Kasih!